Selasa, 29 Januari 2013

Berhasil, Rekayasa Kurangi Curah Hujan di Jakarta



VIVAnews - Sepanjang lima hari terakhir, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), telah berhasl memodifikasi hujan di sekitar DKI Jakarta melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Rekayasa hujan ini bertujuan mengurangi curah hujan yang mengguyur Ibukota sehingga meminimalisir potensi bencana banjir.

Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT, Tri Handoko Set, mengatakan, rekayasa yang dilakukan selama lima hari terakhir berjalan lancar dan cukup baik.

"Sistem pertumbuhan awan lima hari lalu cocok sekali dengan kegiatan TMC, bisa mengurangi curah hujan dengan maksimal," ujar Tri pada VIVAnews di Jakarta, Rabu 30 Januari 2013.

Selama percobaan TMC, dia menjelaskan, pertumbuhan gumpalan awan terjadi sejak pagi hari dari wilayah barat yaitu Selat Sunda. Dengan TMC, awan tersebut dihujankan sebelum sampai Jakarta. "Gumpalan awan itu dihujankan (dibuat hujan) dari wilayah Pandeglang dan sekitar perbatasan laut di sekitar situ," jelasnya.

Pagi tadi, BPPT sudah melakukan aktivitas rekayasa hujan menggunakan alat darat. Tri Handoko berharap ke depannya, TMC bisa maksimal seperti lima hari yang lalu.

Pengembangan TMC
Meski rekayasa hujan melalui TMC sudah cukup baik, Tri Handoko mengatakan akan terus mengembangkan teknologi tersebut, agar rekayasa hujan bisa dilakukan setiap waktu.

Sebagaimana diketahui, TMC saat ini hanya digunakan pada siang sampai sore hari. Di malam hari, TMC tidak dapat digunakan. "Malam hari pesawat tidak memungkinkan melihat awan," ujarnya.

Untuk itu, BPPT memaksimalkan rekayasa pertumbuhan awan jelang sore hari dan menganalisa apakah pertumbuhan awan pada waktu ini berbahaya atau tidak. "Jika berbahaya, kami segera operasikan peralatan darat," tambahnya.

Mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi hingga Maret mendatang, ke depannya BPPT menyiapkan alternatif teknologi rekayasa hujan, agar bisa berfungsi sepanjang hari, dari pagi hingga malam hari.

BPPT berencana mengoperasikan pesawat nirawak serta roket untuk menyemai awan-awan di langit. "Kami menggunakan radar. Begitu radar melihat gumpalan awan, kami akan luncurkan roket ke awan," katanya.

Pengoperasian pesawat nirawak sampai saat ini belum bisa dioperasikan karena penerapan TMC sendiri masih dikaji.

Acer Rilis Tablet Jelly Bean Murah

VIVAnews - Perangkat tablet kian menjadi primadona di Indonesia. Tak ayal berbagai perusahaan berlomba-lomba menelurkan produk tablet terbaru. Acer misalnya, hari ini baru saja memperbarui lini komputer genggamnya dengan memperkenalkan produk Iconia Tab B1.

Tablet 7 inci berbasis Android versi 4.1 Jelly Bean ini pertama kali muncul di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2013, di Las Vegas, sekitar awal bulan ini. Dan, Indonesia menjadi salah satu negara yang beruntung meluncurkan Iconia Tab B1 pertama di dunia.

Acer Iconia Tab B1 merupakan tablet Acer teranyar yang mengadopsi sistem operasi OS Android versi 4.1 Jelly Bean. Didukung prosesor dual-core 1,2 GHz, tablet ini diklaim mempunyai kinerja lebih cepat dari tablet pada umumnya.

Tablet anyar ini muncul dengan besar layar 7 inci, yang menyuguhkan resolusi maksimal 1024x600 piksel. Dimensi 19,7 x 12,8 x 1,1 cm dan bobot 320 gram membuatnya relatif ringan saat digenggam.

Untuk konektivitas, tablet ini didukung akses Wi-Fi, Bluetooth, dan USB. Sayang, tidak ada slot kartu GSM, jadi tidak ada akses 3G.

Acer Iconia Tab B1 ini akan hadir di Indonesia mulai bulan Februari 2012 dan dibanderol dengan harga Rp1,59 juta. Setiap pembelian produk di tahun 2013, Acer akan memberikan garansi servis selama tiga tahun.

Jason Lim, Presiden Direktur Acer Indonesia mengatakan, Acer kini sangat serius dalam pengembangan komputer tablet, di samping kategori PC dan notebook.

"Sesuai visi kami, 'to break the barriers between human and technology,' kami ingin memposisikan diri sebagai satu dari tiga merek tablet terbesar di Indonesia," ujarnya, saat ditemui di sela peluncuran Tablet Acer Iconia Tab B1, di Jakarta, 30 Januari 2013.

Dia menambahkan, kehadiran Iconia Tab B1 ini adalah untuk melengkapi jajaran tablet Iconia yang sebelumnya sudah beredar di pasar Indonesia. "Acer berkomitmen menyediakan inovasi terkini melalui rangkaian lengkap tablet Iconia yang memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen," ujarnya.